Routerboard © PinterestSelasa, 24 Februari 2026
MikroTik: Konsep, Arsitektur, dan Implementasi dalam Jaringan Komputer (Materi TKJ)
Routerboard © PinterestAccess Point (AP)
Access point adalah istilah yang berkaitan dengan internet, khususnya WiFi. Istilah ini sering ditemukan di kantor, sekolah, gedung-gedung bertingkat, maupun rumah yang menggunakan jaringan nirkabel. Meski begitu, masih ada sebagian orang yang belum tahu apa itu access point.
Access point memiliki peranan penting dalam dunia internet, baik yang lingkupnya besar hingga yang terkecil kecil, seperti rumah. Nah, jika Anda tertarik ingin tahu informasi lengkap seputar apa itu access point dan fungsinya, simak artikel ini sampai akhir, ya!
BACA JUGA: Perbedaan WiFi dan MiFi: Mana yang Lebih Baik untuk Internet Rumah
Apa Itu Access Point?

Sumber: Hotspot Wi-Fi Management Software
Access point merupakan perangkat keras pada jaringan komputer yang menghubungkan perangkat nirkabel dengan jaringan lokal menggunakan teknologi. Contohnya, seperti WiFi, Bluetooth, wireless, dan lain sebagainya. Selain itu, istilah ini juga sering disebut sebagai Wireless Local Area Network (WLAN).
Hal ini tidak terlepas dari kegunaan perangkat yang bertugas untuk mengirim dan menerima data dari adapter wireless. Perangkat keras ini terdiri dari antena dan transceiver yang berfungsi sebagai pusat pemancar serta penerima sinyal dari dan/atau untuk client server.
Namun, biasanya access point akan disambungkan dengan perangkat keras lain, seperti hub, router, atau switch dengan menggunakan kabel ethernet. Tujuannya agar bisa memancarkan sinyal.
Akan tetapi, perlu dipahami bahwa perangkat ini tidak mengatur aliran data, seperti router. Sebab, perangkat ini hanya menyambungkan suatu perangkat yang ingin terhubung dengan jaringan berdasarkan benar atau tidaknya password yang diberikan.
BACA JUGA: 9 Cara Merawat Router WiFi untuk Internet yang Cepat dan Stabil
Fungsi Access Point

Sumber: Netgear
Setelah mengetahui apa itu access point WiFi, tentu kini Anda penasaran dengan fungsi dari perangkat keras tersebut. Pada dasarnya, perangkat ini memiliki berbagai fungsi yang berkaitan dengan jaringan komputer. Menariknya, fungsi-fungsi tersebut tidak terlepas dari antena dan transceiver yang dimilikinya.
Lalu, apa saja fungsi dari access point? Berikut adalah beberapa fungsinya yang perlu Anda ketahui.Sebagai penyebar sinyal internet ke perangkat yang terhubung lewat gelombang radio;
Sebagai penghubung antarjaringan lokal yang menggunakan kabel dengan jaringan, seperti WiFi, Bluetooth, wireless, dan sebagainya;
Untuk mengatur akses suatu perangkat sesuai dengan MAC address;
Sebagai pengganti fungsi hub yang menghubungkan jaringan lokal nirkabel dengan jaringan kabel;
Memberi fitur keamanan untuk WEB (pengamanan jaringan nirkabel dengan otentikasi kecocokan kunci yang diberikan klien pada access point) dan WAP (keamanan kode yang dibuat untuk melengkapi metode WEP dengan menambah decryption.
Untuk mengatur IP address secara otomatis terhadap perangkat yang terhubung ke internet.
Meningkatkan jangkauan dan kapasitas jaringan saat ada banyak perangkat yang terhubung ke jaringan secara bersamaan.
Menyediakan otentikasi dan enkripsi agar hanya perangkat sah saja yang dapat terhubung ke jaringan.
Meningkatkan kecepatan dan kualitas sinyal, khususnya dalam jaringan WiFi yang padat.
BACA JUGA: Apa Itu WiFi 7? Pengertian dan Kelebihan dari Teknologi WiFi Terbaru
Sudah Paham tentang Apa Itu Access Point?
Dari penjelasan tentang apa itu access point WiFi di atas, tentu kini Anda semakin paham bahwa perangkat keras ini memegang peranan penting dalam penggunaan WiFi. Sebagai perangkat yang menghubungkan perangkat kabel dengan jaringan lokal, access point akan menentukan seberapa cepat dan stabil kualitas internet yang Anda gunakan.
Oleh karena itu, terkadang perangkat yang digunakan tidak hanya satu, tetapi menyesuaikan dengan ruang lingkup dan lingkungannya. Misalnya, seperti di gedung bertingkat, biasanya akan menggunakan lebih dari access point demi menjaga kualitas koneksi internet.
Bagi Anda yang kini sedang mencari paket WiFi dengan koneksi stabil untuk kebutuhan bisnis, XL SATU BIZ dari XL SATU adalah pilihan yang tepat. Layanan internet ini bisa menjadi solusi lengkap untuk Anda yang membutuhkan koneksi internet super cepat, unlimited, dan selalu stabil untuk menunjang kebutuhan bisnis.
XL SATU BIZ juga menawarkan berbagai pilihan paket untuk menyesuaikan kebutuhan bisnis Anda. Sangat menarik, bukan? Yuk, segera beli dan gunakan paket WiFi dari XL SATU BIZ sekarang juga!
Sumberhttps://satu.xl.co.id/berita-dan-artikel/apa-itu-access-point
jaringan wireless point to point
Jaringan Wireless, Point-to-Point (PtP) dan Point-to-Multipoint (PtMP)
| Gambar 426 Jaringan Wireless |
1. Konsep Dasar Jaringan Wireless
Jaringan wireless adalah jaringan komputer yang menggunakan gelombang radio sebagai media penghantar data, bukan kabel. Dengan wireless, perangkat dapat terhubung tanpa perlu menarik kabel fisik.
1.1 Karakteristik Jaringan Wireless
- Tidak menggunakan kabel (menggunakan frekuensi radio 2.4 GHz, 5 GHz, 6 GHz, dsb.)
- Instalasi lebih cepat dan fleksibel.
- Mobilitas tinggi, pengguna bisa bergerak tetap terhubung.
- Jangkauan bervariasi, dari jarak beberapa meter (WiFi indoor) sampai puluhan kilometer (Wireless Outdoor).
1.2 Komponen Utama
- Access Point (AP) – memancarkan dan menerima sinyal.
- Wireless Client – perangkat pengguna (laptop, HP, station/receiver).
- Antena – omnidirectional atau directional.
- Wireless Controller (opsional) – mengatur banyak AP.
- Repeater/Bridge – memperluas jangkauan
1.3 Frekuensi Umum
- 2.4 GHz → jauh namun rawan interferensi.
- 5 GHz → lebih cepat, lebih bersih, jarak lebih pendek.
- 6 GHz (WiFi 6E) → sangat cepat, jarak sedang.
2. Jaringan Wireless Point-to-Point (PtP)
Point-to-Point adalah koneksi wireless antara dua titik, biasanya untuk:
- Menghubungkan dua gedung
- Backbone antar tower
- Mengarahkan data ke lokasi jarak jauh
2.1 Ciri-Ciri PtP
- Hanya 2 perangkat: satu sebagai AP/Host, satu sebagai Station/Client.
- Menggunakan antena directional (mis. dish, panel, grid).
- Kecepatan stabil karena koneksi fokus.
- Sangat cocok untuk jarak 500 meter hingga 50 km.
2.2 Cara Kerja PtP (Flow)
- Titik A memancarkan sinyal ke arah titik B.
- Titik B mengarah tepat ke titik A.
- Keduanya membuat jembatan wireless (wireless bridge).
- Lalu lintas jaringan berjalan seperti kabel LAN yang panjang.
2.3 Kelebihan PtP
- Stabil dan cepat
- Noise/interferensi kecil
- Bisa menjangkau jarak jauh
2.4 Kekurangan PtP
- Hanya menghubungkan 1 ke 1
- Butuh Line of Sight (LOS) yang bersih
3. Jaringan Wireless Point-to-Multipoint (PtMP)
Point-to-Multipoint adalah koneksi satu titik pusat ke beberapa titik sekaligus.
Mirip menara BTS yang melayani banyak perangkat.
3.1 Ciri-Ciri PtMP
- Ada 1 Access Point (AP) sebagai pusat.
- Banyak Station/Client yang terhubung (2, 5, atau puluhan).
Menggunakan Antena
Antena Omnidirectional (360°)Sectoral Antenna (mis. 90°, 120°)
- Digunakan untuk:
- Desa internet
- Pemancar internet ke RW/RT
- Kampus / sekolah / kantor skala besar
- CCTV di banyak titik
3.2 Cara Kerja PtMP
- AP memancarkan sinyal dengan pola tertentu (omni/sector).
- Banyak client menangkap sinyal dari AP.
- Masing-masing client mendapatkan bandwidth sesuai manajemen AP.
- Semua client berbagi satu kanal frekuensi.
3.3 Kelebihan PtMP
- Satu AP bisa melayani banyak klien sekaligus.
- Efisien untuk jaringan komunitas atau kampus.
- Fleksibel dalam penambahan client.
3.4 Kekurangan PtMP
- Shared bandwidth (kecepatan dibagi).
- Rentan interferensi jika banyak client.
- Membutuhkan manajemen frekuensi yang baik.
4. Ringkasan Perbedaan PtP dan PtMP
| Aspek | Point-to-Point | Point-to-Multipoint |
|---|---|---|
Jumlah perangkat | 2 titik | 1 pusat ke banyak titik |
Antena | Directional | Omni / Sector |
Stabilitas | Sangat stabil | Dipengaruhi banyak user |
Jarak | Jauh (hingga puluhan km) | Sedang (1–10 km) |
Kecepatan | Dedicated | Dibagi |
Contoh penggunaan | Gedung A ⇆ Gedung B | Tower pusat → banyak rumah |
Selasa, 10 Februari 2026
PRAKTIKUM SPLICING KELOMPOK 3
PRAKTIKUM SPLICING KELOMPOK 3
NAMA ANGGOTA : ARJUNA SATRIA PRADA MERKURO (5)
FADHIL AHMAD QOMARUDIN(13)
Selasa, 27 Januari 2026
Konsep Dasar Splicing dalam Komunikasi Optik
Konsep Dasar Splicing dalam Komunikasi Optik
Berikut penjelasan Konsep Dasar Splicing dalam Komunikasi Optik yang disusun ringkas, sistematis, dan mudah dipahami (cocok untuk materi SMK / dasar jaringan):
1. Pengertian Splicing Fiber Optic
Splicing adalah proses menyambungkan dua ujung kabel fiber optik secara permanen sehingga cahaya (sinyal optik) dapat diteruskan dengan redaman (loss) sekecil mungkin.
Berbeda dengan connector, splicing tidak bisa dilepas-pasang dan umumnya digunakan pada:
2. Tujuan Splicing
Tujuan utama splicing dalam komunikasi optik adalah:
- Menghubungkan kabel fiber optik
- Memperpanjang jalur transmisi
- Memperbaiki kabel fiber yang putus
- Menjaga kualitas sinyal optik
- Mengurangi redaman dan refleksi
3. Prinsip Kerja Splicing
Splicing bekerja dengan prinsip:
a. Menyelaraskan core (inti) fiber optik secara presisi
b. Menggabungkan kedua ujung fiber sehingga:
- Cahaya tetap merambat lurus
- Pantulan (reflection) minimal
- Kehilangan daya (loss) sangat kecil
Semakin presisi penyambungan core, semakin kecil nilai insertion loss.
4. Jenis-Jenis Splicing Fiber Optic
A. Fusion Splicing (Splicing Peleburan)
Merupakan metode paling umum dan paling baik kualitasnya.
Ciri-ciri:
- Menggunakan Fusion Splicer
- Ujung fiber dilebur dengan arc listrik
- Loss sangat kecil (± 0,01–0,05 dB)
- Sambungan kuat dan tahan lama
Digunakan untuk:
- Backbone FO
- Jaringan ISP
- Jaringan jarak jauh
B. Mechanical Splicing (Splicing Mekanik)
Metode penyambungan tanpa peleburan.
Ciri-ciri:
- Menggunakan alat mekanik dan gel optik
- Lebih cepat dan murah
- Loss lebih besar (± 0,2–0,5 dB)
Digunakan untuk:
- Perbaikan darurat
- Instalasi sementara
- Latihan/praktikum
5. Komponen yang Terlibat dalam Splicing
Beberapa komponen penting dalam proses splicing:
- Core : inti penghantar cahaya
- Cladding : pembungkus core
- Coating : pelindung fiber
- Fusion Splicer
- Fiber Cleaver
- Stripper Fiber
- Splice Protector (Sleeve)
6. Parameter Kualitas Splicing
A. Insertion Loss
Kehilangan daya akibat sambungan.
- Standar baik: ≤ 0,1 dB
- Semakin kecil, semakin baik
B. Return Loss
Pantulan cahaya ke arah sumber.
- Nilai besar (dB tinggi) menandakan pantulan kecil
7. Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Splicing
a. Kebersihan ujung fiber
b. Ketepatan pemotongan (cleaving)
c. Keselarasan core
d. Jenis fiber (SM/MM)
e. Kualitas alat splicer
f. Keterampilan teknisi
8. Peran Splicing dalam Sistem Komunikasi Optik
Splicing sangat penting karena:
- Menentukan keandalan jaringan
- Mempengaruhi jarak transmisi
- Berpengaruh langsung pada kecepatan dan kualitas data
- Mengurangi gangguan dan error sinyal
9. Contoh Penerapan Splicing
- Jaringan FTTH (Fiber To The Home)
- Jaringan Metro Ethernet
- Backbone antar gedung/kota
- Sistem komunikasi data dan internet
terminasi konektor fiber optics
I.Persiapkan alat dan bahan seperti gambar di bawah ini
II.Langkah langkah
1.Potong kabel fiber optic dengan Cable Cutter
2.Belah tengah kabel FO nya antara kabel 1 dan kabel 2
Mikrotik 1
1.Penjelasan MikroTik adalah perusahaan teknologi jaringan asal Latvia yang terkenal karena memproduksi perangkat jaringan seperti router...
-
1.Penjelasan MikroTik adalah perusahaan teknologi jaringan asal Latvia yang terkenal karena memproduksi perangkat jaringan seperti router...
-
Komunikasi Fiber Optic adalah sistem komunikasi yang menggunakan serat optik sebagai mediatransmisi untuk mengirimkan data, suara, mau...
-
Pengertian Wildcard Mask Wildcard Mask adalah kebalikan dari subnet mask , yang digunakan terutama dalam konfigurasi Access Control List (A...





.jpeg)

.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)