Selasa, 24 Februari 2026

WiFi: Pengertian Cara Kerja Standar IEEE 802.11 dan Implementasinya dalam Jaringan




Apa Itu WiFi?



WiFi merupakan jenis jaringan nirkabel yang banyak digunakan berbagai perangkat seperti handphone dan laptop agar bisa mengakses internet tanpa perlu menghubungkan kabel tambahan lagi. Meskipun sering kali disamakan dengan internet, jaringan WiFi sendiri bekerja sebagai perantara yang menyalurkan koneksi internet sesuai standar protokol jaringan.
Sejarah Singkat WiFi



WiFi pertama kali ditemukan di tahun 1985 oleh insinyur asal Amerika menggunakan teknologi penyebaran spektrum radio. Kemudian, jenis jaringan ini mulai dikembangkan oleh para engineer Amerika Serikat yang bekerja di IEEE atau Institute of Electrical and Electronic Engineer dengan standar teknis perangkat nomor 802. 11b, 802. 11a, dan 802. 16.

Kemudian, pada tahun 2000, jenis jaringan ini diperkenalkan oleh WiFi Alliance dengan nama WiFi. Pada tahun 2003, WiFi dirilis dengan standar 802.11g yang kinerjanya lebih cepat dan bisa mencakup jarak yang lebih jauh. Dari situ, WiFi terus dihadirkan dengan standar yang meningkat agar bisa memberikan kecepatan tinggi dan cakupan area yang lebih luas.

BACA JUGA: 5 Cara Melihat Password WiFi di Laptop Windows dan MacBook
Cara Kerja WiFi



WiFi bekerja dengan dukungan dari gelombang radio sebagai jalur untuk transfer data. Sinyal gelombang radio tersebut akan dikirim ke router yang memiliki tugas sebagai decoder atau menerjemahkan kode. Setelah sinyal selesai diterjemahkan oleh router, data pun siap untuk dikirim sebagai jaringan internet.

WiFi juga bekerja dengan sistem dua arah. Dengan sistem ini, WiFi bisa memperoleh data dari internet dan melewati router secara bersamaan sehingga berubah menjadi kode, lalu dikirimkan ke adaptor komputer nirkabel dalam bentuk sinyal radio.

BACA JUGA: 4 Cara Melihat Password WiFi di HP, untuk Android dan iPhone!
Fungsi WiFi



WiFi memiliki beberapa fungsi yang bisa membantu pekerjaan Anda sehari-hari. Berikut ini fungsi yang dimiliki oleh WiFi.
Menghubungkan Perangkat ke Internet

WiFi berfungsi untuk menghubungkan beberapa jenis perangkat satu sama lain, mulai dari handphone, laptop, komputer, perangkat smart home, hingga printer. Misalnya, dengan menghubungkan WiFi ke laptop, Anda bisa menyelesaikan tugas dengan mudah.
Membuat Jaringan Lokal (LAN) Nirkabel

Fungsi selanjutnya dari WiFi adalah membuat jaringan lokal LAN nirkabel. Artinya, WiFi bisa menciptakan jaringan tanpa bantuan kabel dan mengizinkan perangkat agar bisa terhubung satu sama lain dengan efisien.
Mendukung Perangkat Smart Home

WiFi memiliki fungsi yang penting untuk mendukung perangkat smart home. Dengan kehadiran WiFi, Anda bisa mengontrol berbagai perangkat smart home menggunakan kontrol nirkabel dari jarak jauh. Selain itu, perangkat smart home juga bisa berinteraksi secara efisien hanya melalui jaringan internet dan memanfaatkan fitur asisten suara seperti Google Assistant. Anda pun bisa mengontrol menggunakan suara saja.

BACA JUGA: Perbedaan Router dan Modem, Tak Sama tapi Saling Melengkapi
Kelebihan WiFi



Di bawah ini merupakan beberapa kelebihan WiFi yang bisa Anda ketahui.
Koneksi Tanpa Kabel yang Praktis

Kelebihan pertama dari WiFi adalah menghubungkan internet dengan perangkat di area mana saja tanpa memakai kabel tambahan seperti kabel LAN. Kelebihan ini menawarkan tingkat fleksibilitas dan mobilitas yang tinggi sehingga Anda bisa menggunakannya dengan mudah.
Bisa Tersambung ke Banyak Perangkat Sekaligus

WiFi juga bisa tersambung ke berbagai jenis perangkat, mulai dari handphone, komputer, laptop, tablet, hingga perangkat IoT dalam waktu yang bersamaan. Hal tersebut membuat pemakaian WiFi jadi lebih efisien. Apabila kecepatan WiFi yang digunakan tinggi, jaringan komputer atau handphone saat mengakses internet pun jadi lebih cepat.

BACA JUGA: Simak Daftarnya! Ini HP Keluaran Terbaru 2025 dan Harganya
Mudah Diinstalasi dan Dipindahkan

WiFi juga memiliki kelebihan pada instalasinya. Jaringan ini mudah untuk diinstal dan dipindahkan ke area yang berbeda. Caranya, Anda hanya cukup menghubungkan perangkat yang baru dengan router. Selain itu, jaringannya juga bisa ditingkatkan dengan cara memperbarui perangkat dengan versi terbaru atau membeli perangkat tambahan.
Kompatibel dengan Banyak Perangkat Modern

Jaringan WiFi memiliki fleksibilitas yang tinggi dan kompatibel untuk digunakan banyak perangkat terbaru. Karena kompatibel, Anda pun bisa mengakses jaringan internet dari berbagai perangkat sehingga mudah untuk digunakan di mana pun.

BACA JUGA: Daftar HP 5G Murah Terbaik 2026, Harga Pas di Kantong!
Kekurangan WiFi



Jaringan WiFi juga memiliki kekurangannya sendiri. Penasaran apa saja kekurangannya? Simak informasi di bawah ini.
Kecepatan Bisa Terganggu

Jaringan WiFi masih memiliki jangkauan terbatas, khususnya jika tedapat penghalang fisik sehingga kecepatannya dapat terganggu. Kecepatan WiFi juga bisa berbeda-beda, tergantung dengan jumlah perangkat atau jarak antara WiFi dan perangkat yang digunakan.

Selain itu, kecepatan juga bisa terganggu apabila terlalu banyak handphone yang terhubung ke WiFi. Hal tersebut disebabkan karena bandwidth yang terbagi sehingga kecepatan internet jadi semakin lambat. Untuk mencegah akses sembarangan, Anda bisa mengganti password WiFi.

Selain itu, posisi router WiFi yang tidak strategis juga bisa mempengaruhi kecepatan jaringan. Misalnya, jika router berada di dekat tembok yang tebal atau sudut ruangan sehingga jangkauannya terbatas.
Rentan terhadap Gangguan Sinyal

Sinyal WiFi juga bisa terganggu apabila terdapat gangguan sinyal dari perangkat elektronik lainnya, seperti microwave atau jaringan WiFi dari router lainnya. Saat terjadi gangguan, koneksi internet pun akan berjalan lebih lambat.
Konsumsi Daya Lebih Besar pada Perangkat

Kekurangan terakhir dari WiFi adalah konsumsi daya perangkat yang lebih besar saat terhubung ke WiFi dibandingkan perangkat yang terhubung ke internet dengan kabel. Penggunaan baterai saat terkoneksi dengan WiFi pun jadi lebih boros, kecuali jika Anda menggunakan handphone dengan kapasitas super besar.

sumber https://www.erablue.id/blog/konektivitas-wifi-1576285?srsltid=AfmBOoqjQvjHI4FqRdR-N7scmQbeLDbXrJ8-1CMvrZbA9_SXkGzPELk0

MikroTik: Konsep, Arsitektur, dan Implementasi dalam Jaringan Komputer (Materi TKJ)



Mikrotik adalah sebuah sistem operasi perangkat lunak yang berguna untuk menjadikan komputer sebagai router jaringan yang handal, dengan menghubungkan perangkat lebih dari satu jaringan. Sistem operasi ini dapat memberi kelancaran kegiatan administrasi jaringan komputer.


Kebutuhan akan internet menjadi hal yang sangat lumrah untuk ditemui pada kehidupan masyarakat di era teknologi digital saat ini. Banyak sekali opsi atau cara untuk membuat konfigurasi sistem operasi jaringan pada perangkat komputer. Mikrotik adalah salah satu cara untuk dapat mengembangkan paket layanan internet agar dapat digunakan dalam berbagai perangkat komputer yang tersedia.

Pada artikel kali akan membahas seputar apa itu mikrotik secara lengkap, sejarah, fungsi, jenis, cara kerja, hingga manfaatnya. Sehingga, anda memiliki pengetahuan mengenai dasar dalam pembuatan sistem operasi jaringan di tempat kerja maupun di rumah anda sendiri.

Router Mikrotik ini memiliki kemampuan routing yang dapat menghubungkan perangkat lebih dari satu jaringan serta dapat memilih jalur yang paling optimal menuju ke perangkat komputer atau perangkat lainnya. Hal inilah yang menjadi salah satu alasan banyak yang memilih Mikrotik sebagai routernya.
Pengertian Mikrotik


Computer © Unsplash

Apa itu mikrotik? Mikrotik adalah sistem operasi yang berbasis perangkat lunak (software) yang dipergunakan untuk menjadikan komputer sebagai router sebuah jaringan. Sistem operasi (OS) tersebut juga menggunakan sistem operasi berbasis Linux dan menjadi dasar network router. OS ini sangat cocok untuk membangun administrasi jaringan komputer yang berskala kecil hingga besar.

Namun, hingga saat ini masih banyak orang yang salah memahami pengertian dari mikrotik dan router. Jika mikrotik adalah sebuah sistem operasi yang termasuk dalam golongan open source, maka router merupakan perangkat keras yang berfungsi sebagai penghubung antara dua jaringan atau lebih. Jadi, perbedaan yang paling mendasar adalah mikrotik sebagai software dan router berperan menjadi hardware.
Sejarah Mikrotik

Mikrotik sendiri merupakan nama perusahaan kecil yang berkantor di pusat negara Latvia, dan dibentuk oleh John Trully serta Arnis Riekstins. Sekitar tahun 1966, mereka berdua memulai dengan sistem operasi Linux dan MS DOS dan dikombinasikan dengan teknologi berbasis wireless (nirkabel) LAN atau WLAN Aeronet yang berkecepatan hingga 2 Mbps di Moldova.

Dan kemudian melayani sekitar lima pelanggan baru di Latvia. Seiring berjalannya waktu, prinsip dasar dari mikrotik bukan membuat wireless ISP (Internet Service Provider) lagi. Akan tetapi, dapat membuat program router yang andal dan dapat dijalankan di seluruh negara.
Fungsi Mikrotik

Setelah mengetahui sejarah singkatnya, selanjutnya kita akan membahas mengenai fungsi – fungsi yang dimiliki oleh mikrotik.
1. Memberikan Sistem Otentikasi

Fungsi mikrotik yang pertama, dipergunakan untuk membantu dalam memblokir situs yang mengandung konten yang dilarang tegas oleh undang – undang. Sehingga, program ini sangat mendukung untuk terciptanya internet positif sebagai langkah awal dalam mengurangi konten yang tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku.
2. Konfigurasi Jaringan Lokal

Dengan menggunakan mikrotik, mampu untuk mengatur dan mengkonfigurasi LAN (Local Area Network) yang menggunakan PC Mikrotik Router OS dan hardware yang berspesifikasi lebih rendah.
3. Untuk Pengelolaan Sistem Jaringan Internet


Jaringan Internet © Unsplash

Fungsi yang ketiga adalah untuk jaringan internet secara lebih terpusat sehingga, administrator dapat melakukan pengelolaan dan manajemen data dengan lebih baik lagi.
4. Berperan sebagai Hotspot

Fungi yang keempat, juga berperan sebagai hotspot, dimana akan sangat mudah untuk melakukan konfigurasi dan membagi bandwidth bagi setiap jaringan komputer. Selain itu, juga memiliki tugas untuk memisahkan bandwidth traffic (lalu lintas) data internasional dan lokal.
5. Pembuatan PPPoE Server

Dan fungsi yang terakhir yaitu, digunakan untuk perangkat dalam pembuatan sebuah PPPoE Servers.
Jenis-Jenis Mikrotik

Setelah mengetahui setiap fungsi yang dimiliki oleh mikrotik, berikutnya masuk pada topik pembahasan mengenai jenis dari perangkat lunak berbasis sistem operasi jaringan ini yang terbagi menjadi dua jenis utama.
1. Mikrotik RouterOS

Jenis yang pertama adalah mikrotik RouterOS, dimana sistem operasi yang dipakai berbasis UNIX dan memiliki kelebihan dan juga menyediakan fitur mulai dari paket router, bridge, firewall, proxy server, hotspot dan lain sebagainya. Cukup dengan menggunakan sebuah Operating System (OS) saja, anda sudah dapat dan mampu untuk membangun router sendiri.
2. RouterBoard
Routerboard © Pinterest

Jika sebelumnya, RouterOS memanfaatkan sistem operasi perangkat lunak, maka RouterBoard merupakan perangkat keras (hardware) yang dikembangkan oleh perusahaan Mikrotik. RouterBoard berukuran sangat kecil dan lebih praktis, kemudian anda juga dapat melakukan proses instalasi RouterOS pada RouterBoard yang telah terkonfigurasi dengan baik.

RouterBoard terdiri dari sebuah processor, ROM, RAM, dan flash memory. Yang mana, harga di pasaran tidak terlalu mahal. Harga dari mikrotik jenis Routerboard sendiri rata – rata sekitar 600 – 800 ribu rupiah saja untuk pembelian perangkat RouterBoard.
3. MikroTik CHR

Penggunaan CHR ini dapat mengelola jaringan tanpa harus menyediakan perangkat sendiri.

Jenis ini tidak memerlukan lisensi sehingga Anda dapat menggunakannya dengan gratis. Namun, kecepatan dari jenis ini dibatasi hanya 1MB/s per PVS.
Fitur dalam MikroTik

Dalam menjalankan sistem ini, fitur-fitur mikrotik sangat berfungsi untuk digunakan. Berikut ini adalah fitur dalam sistem operasi ini.Address List yang berfungsi untuk mengelompokkan IP address berdasarkan nama
Asynchronous berfungsi sebagai pendukung serial PPP dial-in atau dial out
Bonding mendukung pengombinasian beberapa interface ethernet ke dalam satu pipa
Bridge mendukung fungsi bridge spinning tree, multiple bridge interface, dan bridging firewalling
Data Rate Management berfungsi untuk menggunakan burst, PCQ, RED, SFQ, FIFO, queue, CIR, MIR, dan limit peer to peer
Firewall dan NAT dapat mendukung penyaringan koneksi peer to peer, source NAT, dan destination NAT
Hotspot mendukung limit data, SSL, dan HTTPS
M3P digunakan untuk wireless links dan ethernet
Proxy dapat mendukung protokol SOCKS, parent proxy, static DNS.
WinBox adalah aplikasi untuk remote dan mengonfigurasi sistem ini sendiri.
Routing adalah fitur yang terdiri dari routing statik dan dinamik.
Cara Setting Mikrotik yang Benar

Berikut ini, kami akan menjelaskan secara singkat dan padat mengenai bagaimana proses untuk menghubungkan mikrotik dengan jaringan internet. Pertama, anda harus tahu cara melakukan konfigurasi mikrotik terlebih dahulu dengan memperhatikan beberapa hal seperti, IP Address, default route, NAT Masquerade, DNS Server, DHCP Server, dan Bridging.

Setiap proses tersebut dilakukan dengan berurutan, mulai dari mengatur IP Address pada interface (antarmuka) yang terhubung dengan jaringan ISP. Setelah itu, anda dapat memasukkan IP dan coba lakukan test PING pada gateway atau alamat IP dari ISP.

Caranya sangat mudah, yaitu membuka sebuah menu terminal dan masuk pada mode CLI (Command Line Interface). Kemudian, anda dapat melakukan test PING kembali dan masukkan IP Address -nya. Langkah selanjutnya, melakukan konfigurasi pada default route dengan gateway alamat IP. Anda dapat membuka kembali terminal untuk menguji koneksi internet dan coba atur DNS Server dari Google.

Langkah yang terakhir, anda dapat mengetikkan alamat IP dan centang checkbox yang bertuliskan “Allow”. Dan anda juga dapat menguji kembali dengan melakukan test PING kembali pada seluruh URL yang ada.
Manfaat Mikrotik

Pada pokok bahasan yang terakhir, kami akan menjelaskan terkait dengan manfaat apa saja yang dapat diperoleh dari penggunaan OS ini untuk membangun sistem administrasi jaringan secara virtual dengan efektif dan efisien.
1. Sebagai Internet Gateway pada Jaringan Lokal

Pertama, perangkat lunak ini dapat digunakan untuk menghubungkan beberapa jaringan lokal (LAN) dengan internet. Router mikrotik juga berperan penting dalam mengatur arus lalu lintas data yang masuk maupun keluar. Selain itu juga memiliki tugas sebagai pengatur konten dari internet yang dapat diakses oleh client (pengguna).
2. Penghubung Antar Jaringan (Routing)

Routing sendiri merupakan fitur utama yang dipunyai oleh mikrotik. Fungsi dari penerapan routing adalah untuk menghubungkan beberapa jaringan serta menentukan jalur terbaik dan tercepat untuk sampai pada alamat perangkat komputer yang dituju.
3. Sebagai Access Point

Mikrotik juga dilengkapi dengan berbagai fitur yang mendukung antarmuka berbasis wireless dan berfungsi sebagai Access Point pada jaringan WIFI (Wireless Fidelity). Contoh penerapannya dapat anda temui pada jaringan publik lokal seperti kantin, cafe, sekolah, kampus, hingga jaringan publik yang lainnya.
Kelebihan MikroTik

Berikut ini kelebihan MikroTik adalah:Harganya lumayan terjangkau apabila dibandingkan dengan router lainnya tanpa harus mengeluarkan biaya lagi
Fitur beragam dari sistem ini, yaitu pengelompokan IP address, DHCP, firewall, hotspot, monitoring traffic, VLAN, VoIP, dan sebagainya
Sistem ini tidak membutuhkan sumber daya yang besar karena dapat bekerja dengan RAM 32MB dan ruang penyimpanan 64MB
Tersedia berbagai pilihan jenis, yaitu RouterOS dan RouterBOARD serta CHR pada VPS
Terdapat banyak protokol keamanan yang tersedia, yaitu NTP, SNMP, PPTP, dan PPoE
Kekurangan MikroTik

Kekurangan dari MikroTik adalah:Skalabilitas dari sistem ini kurang karena hanya mampu menangani jaringan dengan skala kecil hingga sedang
Layanan dari customer support sistem ini lama karena perlu menunggu hingga tiga hari kerja

Itulah informasi lengkap mengenai mikrotik. Ternyata banyak sekali fungsi dan manfaat mikrotik itu. Simak informasi menarik lainnya di artikel kami selanjutnya ya.

Sekawan Media menawarkan jasa pembuatan aplikasi berbasis web dan software profesional di Kota Malang. Apabila anda tertarik dengan layanan kami, segera hubungi tim kami melalui kontak yang telah tersedia.




Access Point (AP)



Access point adalah istilah yang berkaitan dengan internet, khususnya WiFi. Istilah ini sering ditemukan di kantor, sekolah, gedung-gedung bertingkat, maupun rumah yang menggunakan jaringan nirkabel. Meski begitu, masih ada sebagian orang yang belum tahu apa itu access point.


Access point memiliki peranan penting dalam dunia internet, baik yang lingkupnya besar hingga yang terkecil kecil, seperti rumah. Nah, jika Anda tertarik ingin tahu informasi lengkap seputar apa itu access point dan fungsinya, simak artikel ini sampai akhir, ya!

BACA JUGA: Perbedaan WiFi dan MiFi: Mana yang Lebih Baik untuk Internet Rumah
Apa Itu Access Point?


Sumber: Hotspot Wi-Fi Management Software

Access point merupakan perangkat keras pada jaringan komputer yang menghubungkan perangkat nirkabel dengan jaringan lokal menggunakan teknologi. Contohnya, seperti WiFi, Bluetooth, wireless, dan lain sebagainya. Selain itu, istilah ini juga sering disebut sebagai Wireless Local Area Network (WLAN).

Hal ini tidak terlepas dari kegunaan perangkat yang bertugas untuk mengirim dan menerima data dari adapter wireless. Perangkat keras ini terdiri dari antena dan transceiver yang berfungsi sebagai pusat pemancar serta penerima sinyal dari dan/atau untuk client server.

Namun, biasanya access point akan disambungkan dengan perangkat keras lain, seperti hub, router, atau switch dengan menggunakan kabel ethernet. Tujuannya agar bisa memancarkan sinyal.

Akan tetapi, perlu dipahami bahwa perangkat ini tidak mengatur aliran data, seperti router. Sebab, perangkat ini hanya menyambungkan suatu perangkat yang ingin terhubung dengan jaringan berdasarkan benar atau tidaknya password yang diberikan.

BACA JUGA: 9 Cara Merawat Router WiFi untuk Internet yang Cepat dan Stabil
Fungsi Access Point


Sumber: Netgear

Setelah mengetahui apa itu access point WiFi, tentu kini Anda penasaran dengan fungsi dari perangkat keras tersebut. Pada dasarnya, perangkat ini memiliki berbagai fungsi yang berkaitan dengan jaringan komputer. Menariknya, fungsi-fungsi tersebut tidak terlepas dari antena dan transceiver yang dimilikinya.
Lalu, apa saja fungsi dari access point? Berikut adalah beberapa fungsinya yang perlu Anda ketahui.Sebagai penyebar sinyal internet ke perangkat yang terhubung lewat gelombang radio;
Sebagai penghubung antarjaringan lokal yang menggunakan kabel dengan jaringan, seperti WiFi, Bluetooth, wireless, dan sebagainya;
Untuk mengatur akses suatu perangkat sesuai dengan MAC address;
Sebagai pengganti fungsi hub yang menghubungkan jaringan lokal nirkabel dengan jaringan kabel;
Memberi fitur keamanan untuk WEB (pengamanan jaringan nirkabel dengan otentikasi kecocokan kunci yang diberikan klien pada access point) dan WAP (keamanan kode yang dibuat untuk melengkapi metode WEP dengan menambah decryption.
Untuk mengatur IP address secara otomatis terhadap perangkat yang terhubung ke internet.
Meningkatkan jangkauan dan kapasitas jaringan saat ada banyak perangkat yang terhubung ke jaringan secara bersamaan.
Menyediakan otentikasi dan enkripsi agar hanya perangkat sah saja yang dapat terhubung ke jaringan.
Meningkatkan kecepatan dan kualitas sinyal, khususnya dalam jaringan WiFi yang padat.

BACA JUGA: Apa Itu WiFi 7? Pengertian dan Kelebihan dari Teknologi WiFi Terbaru
Sudah Paham tentang Apa Itu Access Point?

Dari penjelasan tentang apa itu access point WiFi di atas, tentu kini Anda semakin paham bahwa perangkat keras ini memegang peranan penting dalam penggunaan WiFi. Sebagai perangkat yang menghubungkan perangkat kabel dengan jaringan lokal, access point akan menentukan seberapa cepat dan stabil kualitas internet yang Anda gunakan.

Oleh karena itu, terkadang perangkat yang digunakan tidak hanya satu, tetapi menyesuaikan dengan ruang lingkup dan lingkungannya. Misalnya, seperti di gedung bertingkat, biasanya akan menggunakan lebih dari access point demi menjaga kualitas koneksi internet.

Bagi Anda yang kini sedang mencari paket WiFi dengan koneksi stabil untuk kebutuhan bisnis, XL SATU BIZ dari XL SATU adalah pilihan yang tepat. Layanan internet ini bisa menjadi solusi lengkap untuk Anda yang membutuhkan koneksi internet super cepat, unlimited, dan selalu stabil untuk menunjang kebutuhan bisnis.

XL SATU BIZ juga menawarkan berbagai pilihan paket untuk menyesuaikan kebutuhan bisnis Anda. Sangat menarik, bukan? Yuk, segera beli dan gunakan paket WiFi dari XL SATU BIZ sekarang juga!




Sumberhttps://satu.xl.co.id/berita-dan-artikel/apa-itu-access-point

jaringan wireless point to point

 Jaringan Wireless, Point-to-Point (PtP) dan Point-to-Multipoint (PtMP)

Gambar 426 Jaringan Wireless


1. Konsep Dasar Jaringan Wireless

Jaringan wireless adalah jaringan komputer yang menggunakan gelombang radio sebagai media penghantar data, bukan kabel. Dengan wireless, perangkat dapat terhubung tanpa perlu menarik kabel fisik.

1.1 Karakteristik Jaringan Wireless

  • Tidak menggunakan kabel (menggunakan frekuensi radio 2.4 GHz, 5 GHz, 6 GHz, dsb.)
  • Instalasi lebih cepat dan fleksibel.
  • Mobilitas tinggi, pengguna bisa bergerak tetap terhubung.
  • Jangkauan bervariasi, dari jarak beberapa meter (WiFi indoor) sampai puluhan kilometer (Wireless Outdoor).

1.2 Komponen Utama

  1. Access Point (AP) – memancarkan dan menerima sinyal.
  2. Wireless Client – perangkat pengguna (laptop, HP, station/receiver).
  3. Antena – omnidirectional atau directional.
  4. Wireless Controller (opsional) – mengatur banyak AP.
  5.  Repeater/Bridge – memperluas jangkauan

1.3 Frekuensi Umum

  • 2.4 GHz → jauh namun rawan interferensi.
  • 5 GHz → lebih cepat, lebih bersih, jarak lebih pendek.
  • 6 GHz (WiFi 6E) → sangat cepat, jarak sedang.

 

2. Jaringan Wireless Point-to-Point (PtP)

Point-to-Point adalah koneksi wireless antara dua titik, biasanya untuk:

  • Menghubungkan dua gedung
  • Backbone antar tower
  • Mengarahkan data ke lokasi jarak jauh

2.1 Ciri-Ciri PtP

  • Hanya 2 perangkat: satu sebagai AP/Host, satu sebagai Station/Client.
  • Menggunakan antena directional (mis. dish, panel, grid).
  • Kecepatan stabil karena koneksi fokus.
  • Sangat cocok untuk jarak 500 meter hingga 50 km.

2.2 Cara Kerja PtP (Flow)

  • Titik A memancarkan sinyal ke arah titik B.
  • Titik B mengarah tepat ke titik A.
  • Keduanya membuat jembatan wireless (wireless bridge).
  • Lalu lintas jaringan berjalan seperti kabel LAN yang panjang.

2.3 Kelebihan PtP

  • Stabil dan cepat
  • Noise/interferensi kecil
  • Bisa menjangkau jarak jauh

2.4 Kekurangan PtP

  • Hanya menghubungkan 1 ke 1
  • Butuh Line of Sight (LOS) yang bersih

 

3. Jaringan Wireless Point-to-Multipoint (PtMP)

Point-to-Multipoint adalah koneksi satu titik pusat ke beberapa titik sekaligus.

Mirip menara BTS yang melayani banyak perangkat.

3.1 Ciri-Ciri PtMP

  • Ada 1 Access Point (AP) sebagai pusat.
  • Banyak Station/Client yang terhubung (2, 5, atau puluhan).
  • Menggunakan Antena

Antena Omnidirectional (360°)
Sectoral Antenna (mis. 90°, 120°)

  •  Digunakan untuk:

  • Desa internet
  • Pemancar internet ke RW/RT
  • Kampus / sekolah / kantor skala besar
  • CCTV di banyak titik

 

3.2 Cara Kerja PtMP

  • AP memancarkan sinyal dengan pola tertentu (omni/sector).
  • Banyak client menangkap sinyal dari AP.
  • Masing-masing client mendapatkan bandwidth sesuai manajemen AP.
  • Semua client berbagi satu kanal frekuensi.

 

3.3 Kelebihan PtMP

  • Satu AP bisa melayani banyak klien sekaligus.
  • Efisien untuk jaringan komunitas atau kampus.
  • Fleksibel dalam penambahan client.

 

3.4 Kekurangan PtMP

  • Shared bandwidth (kecepatan dibagi).
  • Rentan interferensi jika banyak client.
  • Membutuhkan manajemen frekuensi yang baik.

 

4. Ringkasan Perbedaan PtP dan PtMP

AspekPoint-to-PointPoint-to-Multipoint
Jumlah perangkat
2 titik
1 pusat ke banyak titik
Antena
Directional
Omni / Sector
Stabilitas
Sangat stabil
Dipengaruhi banyak user
Jarak
Jauh (hingga puluhan km)
Sedang (1–10 km)
Kecepatan
Dedicated
Dibagi
Contoh penggunaan
Gedung A ⇆ Gedung B
Tower pusat → banyak rumah


Selasa, 10 Februari 2026

PRAKTIKUM SPLICING KELOMPOK 3

PRAKTIKUM SPLICING KELOMPOK 3 


NAMA ANGGOTA : ARJUNA SATRIA PRADA MERKURO (5)

                                    FADHIL AHMAD QOMARUDIN(13)

    

Alat alat Yang di butuhkan :
1.Fiber Stripper
2.Fiber Cleaver
3.Crimp Tool FO
4.Optical Power Meter & Light Source
5.Visual Fault Locator
6.Cable Cutter

Bahan bahan Yang dibutuhkan :
1.Kabel Fiber Optic
2.Fast Connector FO
3.Alkohol isopropyl

1.PERSIAPKAN KABEL 

 STRIP DAN BERSIHKAN KABEL






2.PEMOTONGAN 

POTONG DENGAN CLIEVER

    


3. PENYELARASAN 
SEJAJARKAN CORE FIBER





4.PELEBURAN 
LELEHKAN DENGAN ARC LISTRIK




5.PENYAMBUNGAN 
GABUNGKAN SERAT OPTIK



6.PERLINDUNGAN 
PASANG PERLINDUNGAN(SLEEVE)






7.PENGUJIAN
CHECK DENGAN OPM



8.PENYELESAIAN 
KEMAS DAN RAPIKAN 


Selasa, 27 Januari 2026

Konsep Dasar Splicing dalam Komunikasi Optik

 

Konsep Dasar Splicing dalam Komunikasi Optik


Gambar 428 Diagram Alur Splicing 
dalam Komunikasi Optik


Berikut penjelasan Konsep Dasar Splicing dalam Komunikasi Optik yang disusun ringkas, sistematis, dan mudah dipahami (cocok untuk materi SMK / dasar jaringan):

1. Pengertian Splicing Fiber Optic

Splicing adalah proses menyambungkan dua ujung kabel fiber optik secara permanen sehingga cahaya (sinyal optik) dapat diteruskan dengan redaman (loss) sekecil mungkin.

Berbeda dengan connector, splicing tidak bisa dilepas-pasang dan umumnya digunakan pada:

  • Backbone jaringan
  • Joint closure
  • Perpanjangan kabel fiber optik

 

2. Tujuan Splicing

Tujuan utama splicing dalam komunikasi optik adalah:

  • Menghubungkan kabel fiber optik
  • Memperpanjang jalur transmisi
  • Memperbaiki kabel fiber yang putus
  • Menjaga kualitas sinyal optik
  • Mengurangi redaman dan refleksi

 

3. Prinsip Kerja Splicing

Splicing bekerja dengan prinsip:

a. Menyelaraskan core (inti) fiber optik secara presisi

b. Menggabungkan kedua ujung fiber sehingga:

  • Cahaya tetap merambat lurus
  • Pantulan (reflection) minimal
  • Kehilangan daya (loss) sangat kecil

Semakin presisi penyambungan core, semakin kecil nilai insertion loss.

 

4. Jenis-Jenis Splicing Fiber Optic

A. Fusion Splicing (Splicing Peleburan)

Merupakan metode paling umum dan paling baik kualitasnya.

Ciri-ciri:

  • Menggunakan Fusion Splicer
  • Ujung fiber dilebur dengan arc listrik
  • Loss sangat kecil (± 0,01–0,05 dB)
  • Sambungan kuat dan tahan lama

Digunakan untuk:

  • Backbone FO
  • Jaringan ISP
  • Jaringan jarak jauh

 

B. Mechanical Splicing (Splicing Mekanik)

Metode penyambungan tanpa peleburan.

Ciri-ciri:

  • Menggunakan alat mekanik dan gel optik
  • Lebih cepat dan murah
  • Loss lebih besar (± 0,2–0,5 dB)

Digunakan untuk:

  • Perbaikan darurat
  • Instalasi sementara
  • Latihan/praktikum

 

5. Komponen yang Terlibat dalam Splicing

Beberapa komponen penting dalam proses splicing:

  • Core : inti penghantar cahaya
  • Cladding : pembungkus core
  • Coating : pelindung fiber
  • Fusion Splicer
  • Fiber Cleaver
  • Stripper Fiber
  • Splice Protector (Sleeve)

 

6. Parameter Kualitas Splicing

A. Insertion Loss

Kehilangan daya akibat sambungan.

  • Standar baik: ≤ 0,1 dB
  • Semakin kecil, semakin baik

B. Return Loss

Pantulan cahaya ke arah sumber.

  • Nilai besar (dB tinggi) menandakan pantulan kecil

 

7. Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Splicing

a. Kebersihan ujung fiber
b. Ketepatan pemotongan (cleaving)
c. Keselarasan core
d. Jenis fiber (SM/MM)
e. Kualitas alat splicer
f. Keterampilan teknisi

 

8. Peran Splicing dalam Sistem Komunikasi Optik

Splicing sangat penting karena:

  • Menentukan keandalan jaringan
  • Mempengaruhi jarak transmisi
  • Berpengaruh langsung pada kecepatan dan kualitas data
  • Mengurangi gangguan dan error sinyal

 

9. Contoh Penerapan Splicing

  • Jaringan FTTH (Fiber To The Home)
  • Jaringan Metro Ethernet
  • Backbone antar gedung/kota
  • Sistem komunikasi data dan internet

terminasi konektor fiber optics

 I.Persiapkan alat dan bahan seperti gambar di bawah ini









Alat alat:
1.Fiber Stripper
2.Fiber Cleaver
3.Crimp Tool FO
4.Optical Power Meter & Light Source
5.Visual Fault Locator
6.Cable Cutter

Bahan bahan
1.Kabel Fiber Optic
2.Fast Connector FO
3.Alkohol isopropyl


II.Langkah langkah

1.Potong kabel fiber optic dengan Cable Cutter



2.Belah tengah kabel FO nya  antara kabel 1 dan kabel 2




3. Kelupas kabel warna biru sampai jadi warna putih






5.Bersihkan kabel menggunakan tisu dan di olesi dengan alkohol


6.Potong kabel dengan Fiber Cleaver


7.Masukan kabel yang sudah di potong ke Fast connector




8.Setelah itu chek dengan test ter dan maksimal -40 minimal -30





WiFi: Pengertian Cara Kerja Standar IEEE 802.11 dan Implementasinya dalam Jaringan

Apa Itu WiFi? WiFi merupakan jenis jaringan nirkabel yang banyak digunakan berbagai perangkat seperti handphone dan laptop agar bisa meng...