Selasa, 27 Januari 2026

Konsep Dasar Splicing dalam Komunikasi Optik

 

Konsep Dasar Splicing dalam Komunikasi Optik


Gambar 428 Diagram Alur Splicing 
dalam Komunikasi Optik


Berikut penjelasan Konsep Dasar Splicing dalam Komunikasi Optik yang disusun ringkas, sistematis, dan mudah dipahami (cocok untuk materi SMK / dasar jaringan):

1. Pengertian Splicing Fiber Optic

Splicing adalah proses menyambungkan dua ujung kabel fiber optik secara permanen sehingga cahaya (sinyal optik) dapat diteruskan dengan redaman (loss) sekecil mungkin.

Berbeda dengan connector, splicing tidak bisa dilepas-pasang dan umumnya digunakan pada:

  • Backbone jaringan
  • Joint closure
  • Perpanjangan kabel fiber optik

 

2. Tujuan Splicing

Tujuan utama splicing dalam komunikasi optik adalah:

  • Menghubungkan kabel fiber optik
  • Memperpanjang jalur transmisi
  • Memperbaiki kabel fiber yang putus
  • Menjaga kualitas sinyal optik
  • Mengurangi redaman dan refleksi

 

3. Prinsip Kerja Splicing

Splicing bekerja dengan prinsip:

a. Menyelaraskan core (inti) fiber optik secara presisi

b. Menggabungkan kedua ujung fiber sehingga:

  • Cahaya tetap merambat lurus
  • Pantulan (reflection) minimal
  • Kehilangan daya (loss) sangat kecil

Semakin presisi penyambungan core, semakin kecil nilai insertion loss.

 

4. Jenis-Jenis Splicing Fiber Optic

A. Fusion Splicing (Splicing Peleburan)

Merupakan metode paling umum dan paling baik kualitasnya.

Ciri-ciri:

  • Menggunakan Fusion Splicer
  • Ujung fiber dilebur dengan arc listrik
  • Loss sangat kecil (± 0,01–0,05 dB)
  • Sambungan kuat dan tahan lama

Digunakan untuk:

  • Backbone FO
  • Jaringan ISP
  • Jaringan jarak jauh

 

B. Mechanical Splicing (Splicing Mekanik)

Metode penyambungan tanpa peleburan.

Ciri-ciri:

  • Menggunakan alat mekanik dan gel optik
  • Lebih cepat dan murah
  • Loss lebih besar (± 0,2–0,5 dB)

Digunakan untuk:

  • Perbaikan darurat
  • Instalasi sementara
  • Latihan/praktikum

 

5. Komponen yang Terlibat dalam Splicing

Beberapa komponen penting dalam proses splicing:

  • Core : inti penghantar cahaya
  • Cladding : pembungkus core
  • Coating : pelindung fiber
  • Fusion Splicer
  • Fiber Cleaver
  • Stripper Fiber
  • Splice Protector (Sleeve)

 

6. Parameter Kualitas Splicing

A. Insertion Loss

Kehilangan daya akibat sambungan.

  • Standar baik: ≤ 0,1 dB
  • Semakin kecil, semakin baik

B. Return Loss

Pantulan cahaya ke arah sumber.

  • Nilai besar (dB tinggi) menandakan pantulan kecil

 

7. Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Splicing

a. Kebersihan ujung fiber
b. Ketepatan pemotongan (cleaving)
c. Keselarasan core
d. Jenis fiber (SM/MM)
e. Kualitas alat splicer
f. Keterampilan teknisi

 

8. Peran Splicing dalam Sistem Komunikasi Optik

Splicing sangat penting karena:

  • Menentukan keandalan jaringan
  • Mempengaruhi jarak transmisi
  • Berpengaruh langsung pada kecepatan dan kualitas data
  • Mengurangi gangguan dan error sinyal

 

9. Contoh Penerapan Splicing

  • Jaringan FTTH (Fiber To The Home)
  • Jaringan Metro Ethernet
  • Backbone antar gedung/kota
  • Sistem komunikasi data dan internet

terminasi konektor fiber optics

 I.Persiapkan alat dan bahan seperti gambar di bawah ini









Alat alat:
1.Fiber Stripper
2.Fiber Cleaver
3.Crimp Tool FO
4.Optical Power Meter & Light Source
5.Visual Fault Locator
6.Cable Cutter

Bahan bahan
1.Kabel Fiber Optic
2.Fast Connector FO
3.Alkohol isopropyl


II.Langkah langkah

1.Potong kabel fiber optic dengan Cable Cutter



2.Belah tengah kabel FO nya  antara kabel 1 dan kabel 2




3. Kelupas kabel warna biru sampai jadi warna putih






5.Bersihkan kabel menggunakan tisu dan di olesi dengan alkohol


6.Potong kabel dengan Fiber Cleaver


7.Masukan kabel yang sudah di potong ke Fast connector




8.Setelah itu chek dengan test ter dan maksimal -40 minimal -30





Selasa, 25 November 2025

SUBNET MAST KELOMPOK

 

SUBNET MAST KELOMPOK


Subnet Mask Kelompok 4

 Kelompok 4 : 

1. Arjuna Satria Prada M. (05)

2. Azzula Syakira (07)

3. Hany Nur Ristiawati (16)

4. Ismi Elvita Khairunnisa (19)

5. Jessica Cherlly Marcellina (20)



/ 27 pada blok ke IV


192.168.1.0  /27

11111111.11111111.11111111.11100000

255     .    255     .    255     .    224 


1. Jumlah subnet = 2^3

                            = 8


2. Jumlah host = 2^5

                        = 32 - 2

                        = 30


3. Blok subnet = 256 - 224

                        = 32


Berarti total ada 8 subnet dimulai dari 0, 32, 64, 96, 128, 160, 192, 224



I    192.168.1.0  -  192.168.1.31

II  192.168.1.32  -  192.168.1.63

III   192.168.1.64  -  192.168.1.95

IV   192.168.1.96  -  192.168.1.127



Cara mengerjakan : 

IV  192.168.1.96  -  192.168.1.127

        192.168.1.96      :  Subnet

        192.168.1.97      :  Host pertama

        192.168.1.126    :  Host terakhir

        192.168.1.127    :  Broadcast

VLSM

 SOLUSI 

Untuk setiap subnet, cari blok terkecil yang mampu menampung jumlah host (usable) tersebut.

  • Subnet A: butuh 60 host → block terdekat: 2^6 = 64 alamat → usable = 62 → /26 (mask 255.255.255.192)

  • Subnet B: butuh 24 host → block terdekat: 2^5 = 32 alamat → usable = 30 → /27 (mask 255.255.255.224)

  • Subnet C: butuh 12 host → block terdekat: 2^4 = 16 alamat → usable = 14 → /28 (mask 255.255.255.240)

  • Subnet D: butuh 5 host → block terdekat: 2^3 = 8 alamat → usable = 6 → /29 (mask 255.255.255.248)

Catatan: alamat usable = (2^n - 2) karena 1 alamat network dan 1 broadcast tidak bisa dipakai.

Memahami prinsip kerja dan teknologi fiber optic.

 4.Memahami prinsip kerja dan teknologi fiber optic.

Apa Itu Fiber Optik ?

Fiber Optik adalah jenis kabel yang terbuat dari bahan kaca atau plastik yang sangat tipis. Kabel ini digunakan sebagai media transmisi karena mampu mentransmisikan sinyal cahaya dari satu lokasi ke lokasi lainnya dengan kecepatan tinggi.

Dengan diameter hanya sekitar 120 mikrometer, serat optik sangat kecil dan halus, bahkan lebih kecil dari rambut manusia.

Kecepatan transmisi yang tinggi adalah keunggulan utama dari komponen jaringan ini, yang menggunakan prinsip pembiasan cahaya sebagai cara kerjanya. Sumber cahaya yang digunakan untuk mentransmisikan data adalah laser atau LED.

Fiber optik atau serat optik telah menjadi komponen yang sangat populer dalam industri telekomunikasi saat ini. Hal ini disebabkan oleh kecepatan akses yang tinggi, sehingga banyak digunakan sebagai saluran komunikasi.

Dalam era digital saat ini, teknologi ini menjadi semakin penting karena mampu mentransmisikan data dalam kecepatan tinggi dan dengan keandalan yang lebih tinggi daripada media transmisi lainnya.

Dalam dunia telekomunikasi, fiber optik digunakan untuk mentransmisikan data, suara, dan gambar dari satu titik ke titik lainnya.

Keunggulan utama dari serat optik adalah kemampuannya untuk mentransmisikan data dalam kecepatan tinggi dan dengan jarak jauh tanpa terganggu oleh interferensi elektromagnetik atau gangguan dari lingkungan sekitarnya.

Prinsip Kerja Fiber Optik

Prinsip kerja fiber optik mengandalkan sifat khusus cahaya, yang memungkinkan transfer data dengan kecepatan yang sangat tinggi dan kemampuan untuk dibelokkan melalui refleksi internal total.

Sumber : https://www.empatpilar.com/prinsip-kerja-fiber-optik/

Memilih kabel fiber optic sesuai kebutuhan.

 3.Memilih kabel fiber optic sesuai kebutuhan.

1. Berdasarkan Jenis Serat Kabel

Pertama, kita harus memilih apakah harus menggunakan serat optik mode tunggal atau multi-mode sesuai dengan aplikasi dan spesifikasi jaringan.

  • Serat mode tunggal : Kabel memiliki ukuran inti kecil kurang dari 10 mikrometer. Hal ini memungkinkan hanya satu mode cahaya untuk melewatinya. Inti memungkinkan cahaya dengan panjang gelombang 1310 nm hingga 1550 nm melewatinya. Karena kabel hanya memungkinkan satu mode untuk melewatinya, maka pantulan sangat sedikit. Hal ini semakin menurunkan tingkat atenuasi dan memungkinkan sinyal menempuh jarak jauh. Inilah salah satu alasan mengapa kabel ini digunakan untuk aplikasi yang menuntut transmisi jarak jauh dan bandwidth yang ekstrim.

  • Serat Multimode: Kabel jenis ini memiliki inti besar 50 mikrometer – 62,5 mikrometer. Inti berdiameter besar ini memungkinkan banyak mode melewatinya. Dengan demikian, kabel dapat memungkinkan lebih banyak data melewatinya dibandingkan serat mode tunggal. Berbagai mode dapat menciptakan tingkat redaman dan dispersi yang tinggi, yang mengurangi kualitas sinyal dalam jarak jauh. Kabel serat optik multimode dapat mentransmisikan cahaya inframerah yang dihasilkan oleh LED. Kabel ini biasanya lebih disukai untuk aplikasi jarak menengah hingga pendek di gedung atau kampus.

    Berikut ini adalah beberapa serat multimode yang populer digunakan saat ini.
    • Kabel Multimode 50/125 um: Kabel ini adalah pilihan utama pada peralatan canggih. Dalam 50 mikron ini merupakan kapasitas bandwidth yang besar.
    • Kabel Multimode 62,5/125 um: Ini adalah kabel standar industri yang digunakan oleh sebagian besar aplikasi di pasar.   
    • Kabel Multimode Laser Enhanced 50/125 um: Sesuai namanya, kabel ini dirancang untuk aplikasi laser. Kabel ini terutama digunakan untuk aplikasi Ethernet 10 Gigabit hingga jangkauan 300 meter.

2. Berdasarkan Jaket Kabel Fiber Optik

Jaket kabel serat optik menambah kekuatan pada anggota serat yang tertutup di dalamnya. Ada berbagai jenis jaket kabel serat optik berdasarkan bahan konstruksinya. Berikut ini adalah beberapa yang populer.

  • PVC : Jaket yang terbuat dari bahan poli vinil klorida atau PVC digunakan dalam berbagai aplikasi seperti perangkat bertegangan rendah, komputer, perangkat komunikasi, dan lain sebagainya. Mereka tidak cocok untuk aplikasi suhu tinggi, asap tebal, atau gas hidrogen klorida. Jaket PVC biasa digunakan untuk kabel indoor dan outdoor.
  • PE : Kabel dengan jaket polietilen tahan terhadap cuaca dan kelembapan yang menantang. Mereka memiliki sifat listrik yang baik dan sebagian besar tahan terhadap abrasi. PE telah muncul sebagai bahan jaket yang terjangkau dan populer untuk kabel serat optik luar ruangan.
  • LSZH : Ini adalah singkatan dari Low Smoke Zero Halogen, yang berarti kabel LSZH tidak terbuat dari bahan terhalogenasi. Hal ini mengurangi kemungkinan toksisitas jika terjadi pembakaran.
  • PVDF : Jaket ini terbuat dari polivinil difluorida dan terutama digunakan untuk kabel pleno. Kabel ini mungkin menghasilkan sedikit asap saat terkena api dan memiliki sifat tahan api yang lebih baik.

Jaket serat optik tersedia dalam berbagai warna, dan ini membantu Anda memahami jenis kabel yang mungkin Anda gunakan. Anda juga dapat memeriksa nomenklatur yang dicetak untuk lebih jelasnya. Misalnya kabel mode tunggal untuk aplikasi non-militer dan militer berwarna kuning dan memiliki nomenklatur OS1, OS1a, OS2, SM/NZDS, dan SM. Kabel multimode 100/140 untuk aplikasi non-militer berwarna oranye dan hijau untuk aplikasi militer dan mungkin memiliki nomenklatur OS1, OS1a, OS2, SM, dan SM/NZDS.

3. Berdasarkan Aplikasi Kebutuhan

Setelah kita menentukan jenis serat optik, kita perlu mengetahui berapa banyak serat yang dibutuhkan untuk pembangunan jaringan. Hal ini sangat bergantung pada skala FTTX dan ODN (jaringan distribusi optik) dan bagian mana dari kabel serat optik yang digunakan.

Aplikasi Jaringan LAN:

  • Untuk jaringan LAN kecil di rumah atau kantor, kabel fiber optik dengan 2 hingga 4 core biasanya cukup.
  • Untuk jaringan LAN yang lebih besar atau dengan lalu lintas data yang tinggi, kabel dengan 8 hingga 12 core mungkin diperlukan.

Jaringan Data Center:

  • Data center membutuhkan kabel fiber optik dengan jumlah core yang lebih tinggi untuk mengakomodasi bandwidth yang besar dan skalabilitas di masa depan.
  • Kabel dengan 24 hingga 48 core umum digunakan di data center.
  • Kabel dengan 96 hingga 144 core tersedia untuk aplikasi data center yang sangat demanding.

Untuk Jaringan FTTx:

  • Jaringan Fiber to the Premises (FTTx) membawa layanan internet berkecepatan tinggi ke rumah dan bisnis.
  • Jumlah core yang dibutuhkan tergantung pada topologi jaringan dan jumlah pelanggan yang dilayani.
  • Kabel dengan 4 hingga 8 core umum digunakan untuk jaringan FTTx.
  • Kabel dengan 16 hingga 32 core dapat digunakan untuk jaringan FTTx yang lebih besar.

Jaringan CATV:

  • Jaringan Cable Television (CATV) menggunakan kabel fiber optik untuk mentransmisikan sinyal video dan data.
  • Jumlah core yang dibutuhkan tergantung pada jumlah saluran TV yang ditawarkan dan bandwidth yang diperlukan.
  • Kabel dengan 18 hingga 36 core umum digunakan untuk jaringan CATV.
  • Kabel dengan 72 core atau lebih dapat digunakan untuk jaringan CATV yang sangat besar.

Jaringan Transportasi:

  • Jaringan transportasi jarak jauh menggunakan kabel fiber optik dengan jumlah core yang tinggi untuk mengangkut data dalam jumlah besar.
  • Kabel dengan 96 hingga 288 core umum digunakan untuk jaringan transportasi.
  • Kabel dengan 1.728 core atau lebih tersedia untuk aplikasi jaringan transportasi yang sangat demanding.

4. Berdasarkan Konektor Kabel Fiber

Konektor kabel fiber optik merupakan komponen penting yang menghubungkan kabel fiber optik dan memungkinkan transmisi data. Memilih konektor yang tepat sangat penting untuk memastikan koneksi yang andal dan bebas gangguan. Berikut beberapa tips untuk membantu untuk dapat memilih konektor kabel fiber optik :

  • ST (Straight Tip) : Konektor ini biasanya dipelintir pada tempatnya menggunakan kopling kunci bengkok berbentuk silinder. Konektor ini menonjol karena bentuknya yang bulat dan telah populer sejak lama karena merupakan konektor pertama yang dikembangkan untuk aplikasi perkabelan komersial. Konektor ST juga dikenal sebagai konektor model bayonet karena biasanya dipelintir untuk mengunci.
  • SC (Subscriber Connector) : Juga dikenal sebagai konektor standar atau konektor persegi. Konektor SC semakin populer karena daya tahannya, biaya rendah, dan pemasangan yang sederhana. Mereka digunakan dalam aplikasi jaringan optik pasif dan point-to-point. Konektor disimpan di tempatnya menggunakan mekanisme perkawinan dorong/tarik.
  • LC (Lucent Connector) : Konektor ini sangat mirip dengan konektor SC tetapi lebih kecil jika dibandingkan. Mereka juga mengikuti mekanisme kawin dorong/tarik.  
  • FC (Ferrule Connector) : Konektor jenis ini memiliki badan berulir dan banyak digunakan di lingkungan dengan getaran tinggi. Konektor ini terutama digunakan pada serat optik terpolarisasi dan serat optik mode tunggal.
  • MTP/MPO (Multi-fiber Push-On/Multi-fiber Push-Off): Konektor multi-core yang memungkinkan koneksi beberapa serat optik sekaligus, ideal untuk aplikasi bandwidth tinggi seperti data center dan jaringan transportasi.

5. Berdasarkan Merek Kabel Fiber Optik

PT Mitra Kabel Indonesia (MKI Group) didirikan pada tahun 2002 dan berlokasi di Surabaya, Jawa Timur. Perusahaan ini bergerak di bidang penyediaan layanan telekomunikasi, khususnya dalam hal:

  • Perangkat CATV/MATV: MKI Group menyediakan berbagai perangkat CATV/MATV, termasuk kabel fiber optik, kabel LAN, kabel koaksial, dan aksesoris lainnya.
  • Solusi FTTH: MKI Group merupakan pemegang lisensi dan distributor perangkat FTTH (Fiber to the Home) merk FALCOM, Fastlink, Cablelink, FX-Link, dan beberapa merk lainnya.
  • Layanan televisi kabel: Pada awal berdirinya, MKI Group menyediakan layanan televisi kabel di beberapa daerah.

Produk dan Layanan

Saat ini, PT. Mitra Kabel Indonesia melalui Falcom Technology memasarkan berbagai perlengkapan jaringan telekomunikasi, antara lain:

  • Kabel Fiber Optik:
    • Digunakan untuk mentransmisikan data dengan kecepatan tinggi dalam jarak yang jauh.
    • Tersedia dalam berbagai jenis, seperti singlemode dan multimode.
  • Kabel LAN:
    • Digunakan untuk menghubungkan perangkat komputer dalam jaringan lokal.
    • Tersedia dalam berbagai jenis, seperti UTP dan STP.
  • Kabel Coaxial:
    • Digunakan untuk mentransmisikan sinyal televisi dan data.
    • Tersedia dalam berbagai jenis, seperti RG-59 dan RG-6.
  • Aksesoris Jaringan:
    • Konektor
    • Patch cord
    • Splice closure
    • Dan lain sebagainya
  • Sumber : https://falcom-technology.com/article/tips-cara-memilih-kabel-fiber-optik/

Memahami jenis-jenis kabel fiber optic.

 2.MEMAHAMI JENIS JENIS KABEL FIBER OPTIC

Panduan Utama Kabel Serat Optik: Memahami Dasar-Dasar dan Lebih Jauhnya

Juni 6, 2024

Kabel serat optik adalah hal yang harus dimiliki dalam sistem telekomunikasi dan transfer data modern. Serat optik dapat mengirimkan informasi jarak jauh dengan kehilangan sinyal yang dapat diabaikan, menjadikannya sangat populer. Mereka telah mengubah cara kita berbagi dan mengakses informasi secara global. Panduan ini mencakup segala hal tentang kabel serat optik, cara kerjanya, di mana penggunaannya, dan apa saja yang baru dalam bidang teknologi ini. Jika Anda bekerja dengan benda-benda ini untuk mencari nafkah atau hanya suka bermain-main dengan gadget seperti saya – baca terus! Tujuan saya adalah ketika saya selesai menulis panduan ini, seseorang yang belum pernah mengenal kabel apa pun sebelumnya akan dapat membedakan kabel optik dari kabel koaksial tanpa banyak kesulitan. Apa yang saya inginkan di akhir panduan saya adalah berbagai jenis serat yang digunakan saat ini, cara kerja masing-masing jenis/proses konstruksinya, dll. Mengapa menggunakan serat optik dibandingkan kabel tembaga? Apa yang membuatnya lebih baik dibandingkan material lain yang tersedia saat ini dalam hal efisiensi biaya atau kinerja? Tren terkini yang mungkin membentuk perkembangan masa depan dalam bidang ini.

Konten  Menunjukkan 

Apa itu Kabel Fiber Optic dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Apa itu Kabel Fiber Optic dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Pengantar Kabel Fiber Optik

Kabel serat optik adalah kabel yang menggunakan serat tipis dari kaca atau plastik untuk mengirimkan data sebagai sinyal cahaya. Kabel ini bekerja berdasarkan prinsip pembiasan cahaya, yang memungkinkannya membawa informasi jarak jauh, tidak seperti kabel tembaga biasa yang menggunakan sinyal listrik. Kabel memiliki tiga bagian – inti, selubung, dan lapisan pelindung luar. Sinyal cahaya merambat melalui inti yang terbuat dari kaca atau plastik yang sangat murni. Cladding mengelilingi lapisan dalam ini dengan indeks bias yang lebih rendah dibandingkan inti sehingga ketika cahaya masuk, cahaya dipantulkan kembali ke dalam inti dan melanjutkan jalurnya hingga titik tujuan yang diperlukan tercapai, sehingga memastikan tidak terjadi kehilangan data selama transmisi. proses sehingga membuat kabel jenis ini sangat efisien untuk transfer data berkecepatan tinggi dan jarak jauh.

Prinsip Transmisi Cahaya pada Serat

Aturan lalu lintas cahaya pada kabel serat optik didasarkan pada refraksi dan refleksi internal total. Apa yang terjadi adalah ketika cahaya memasuki inti serat optik pada sudut tertentu, cahaya tersebut dibiaskan dan kemudian ditahan oleh antarmuka pelapis inti. Di sisi lain, kelongsong memiliki indeks bias yang lebih rendah dibandingkan inti; oleh karena itu, ini membantu refleksi berkelanjutan di dalam inti. Proses ini, yang dikenal sebagai refleksi internal total, memungkinkan sinyal bergerak dalam jarak jauh tanpa terjadi banyak pelemahan. Sudut kritis, yang mengacu pada sudut masuknya cahaya, memainkan peran penting dalam memastikan transmisi efektif tercapai setiap saat. Selain itu, kemajuan dalam teknologi serat optik telah menghasilkan berbagai jenis serat yang diproduksi, seperti serat mode tunggal dan multi-mode, yang dimaksudkan untuk meningkatkan efisiensi transmisi untuk berbagai aplikasi mulai dari telekomunikasi hingga pencitraan medis, dan lain-lain.

Jenis Kabel Fiber Optik

Kabel serat optik dapat dibagi menjadi dua kategori utama: Serat Mode Tunggal (SMF) dan Serat Multi-Mode (MMF).

Serat Mode Tunggal (SMF):

  • Diameter inti: Umumnya 8 hingga 10 mikrometer.
  • Propagasi Cahaya: Satu mode lampu didukung yang memungkinkan komunikasi jarak jauh dengan kehilangan sinyal rendah dan bandwidth lebih tinggi.
  • Pelemahan: Ia memiliki redaman yang rendah, sehingga cocok untuk komunikasi jarak jauh.
  • aplikasi: Jaringan telekomunikasi, koneksi internet, televisi kabel yang memerlukan kecepatan transmisi tinggi dalam jarak jauh.

Serat Multi-Mode (MMF):

  • Diameter inti: Bervariasi dari 50 – 62.5 mikrometer.
  • Propagasi Cahaya: Beberapa mode cahaya didukung yang memungkinkan kecepatan data lebih tinggi pada jarak yang lebih pendek dibandingkan dengan serat mode tunggal.
  • Pelemahan: Redamannya lebih tinggi dibandingkan serat mode tunggal, sehingga membatasi jarak transmisi efektif.
  • aplikasi: Jaringan area lokal (LAN), Pusat data, dan sistem komunikasi data jarak pendek.

Pemilihan jenis kabel serat optik ini bergantung pada persyaratan desain jaringan tertentu yang menyeimbangkan jarak, bandwidth, dan biaya, serta pertimbangan lainnya. Masing-masing jenis memiliki kekuatan unik yang menjadikannya sesuai untuk aplikasi berbeda dalam infrastruktur komunikasi modern.

Apa saja Jenis Kabel Serat Optik yang Berbeda?

Apa saja Jenis Kabel Serat Optik yang Berbeda?

Kabel Serat Optik mode tunggal

Serat optik mode tunggal dibuat sedemikian rupa sehingga mengirimkan cahaya langsung ke serat. Mereka memiliki diameter inti yang kecil, sekitar 8-10 mikrometer, yang berarti hanya satu mode propagasi cahaya yang didukung. Akibatnya, serat mode tunggal dapat mencapai redaman rendah dan bandwidth tinggi, sehingga menjadikannya sempurna untuk transmisi jarak jauh. Serat mode tunggal banyak digunakan dalam banyak aplikasi seperti jaringan telekomunikasi, koneksi internet, dan televisi kabel, di mana diperlukan untuk mentransfer data dalam jumlah besar dengan kecepatan tinggi dalam jarak yang jauh. Dengan desain ini, kehilangan dan dispersi sinyal dalam serat mode tunggal diminimalkan untuk memastikan transmisi data yang cepat dan andal.

Kabel Serat Optik Multimode

Kabel serat optik multimode biasanya memiliki diameter inti yang lebih besar, biasanya berkisar antara 50 dan 62.5 mikrometer; ini memungkinkan beberapa mode cahaya berjalan secara bersamaan melalui kabel. Hasilnya, lebih banyak data yang dapat ditransmisikan melalui jarak yang lebih pendek dibandingkan serat mode tunggal. Di sisi lain, serat multi-mode mengalami redaman yang lebih tinggi dan distorsi modal yang membatasi jangkauan penggunaannya. Berikut adalah beberapa karakteristik utama dari serat multimode:

  • Diameter inti: 50 hingga 62.5 mikrometer.
  • Panjang gelombang: 850 nm dan 1300 nm.
  • Tarif data: Hingga 10 Gbps pada jarak hingga 300 meter (OM3) atau 550 meter (OM4).
  • Bandwidth modal: Berkisar dari 200 MHz·km (OM1) hingga 4700 MHz·km (OM4).
  • Pelemahan: Sekitar 3.0 dB/km pada 850 nm dan sekitar 1.0 dB/km pada 1300 nm.

Penggunaan kabel serat optik multimode tersebar luas di jaringan area lokal (LAN), pusat data, sistem komunikasi data jarak pendek, antara lain karena murah dan mudah dipasang. Mereka memfasilitasi transfer data berkecepatan tinggi di dalam gedung atau kampus yang tidak memerlukan konektivitas jarak jauh.

Kabel Serat Optik Lapis Baja dan Tidak Lapis Baja

Kabel serat optik lapis baja diproduksi untuk perlindungan yang lebih baik dalam kondisi sulit. Di dalamnya, terdapat lapisan perlindungan tambahan yang biasanya terbuat dari baja yang melindungi serat optik dari kerusakan mekanis, gigitan hewan pengerat, dan bahaya eksternal lainnya. Fitur ini membuatnya cocok untuk digunakan di lingkungan industri, saluran bawah tanah, dan tempat dengan banyak pergerakan atau kemungkinan campur tangan manusia.

Berbeda dengan kabel serat optik lapis baja, kabel serat optik tanpa lapis baja tidak memiliki penutup pelindung terluar sehingga lebih cocok untuk lingkungan terkendali dengan sedikit bahaya fisik. Umumnya ringan, lebih fleksibel untuk digunakan dan lebih mudah dipasang sehingga dapat digunakan di dalam ruangan seperti gedung perkantoran atau pusat data.

Ada beberapa perbedaan antara kedua jenis ini:

  • Daya Tahan: Secara mekanis, kabel lapis baja memberikan pertahanan yang jauh lebih kuat dibandingkan kabel lapis baja yang tidak memiliki fitur keamanan tambahan.
  • Fleksibilitas: Rakitan kabel tanpa lapis baja berbobot lebih ringan dan lebih mudah ditekuk di sudut-sudutnya sehingga lebih sederhana dalam proses pemasangan.
  • Aplikasi: Rakitan kabel lapis baja digunakan dalam kondisi pengoperasian yang keras, sedangkan rakitan kabel tanpa lapis baja digunakan dalam lingkungan dalam ruangan yang terkendali.

Pilihan antara menggunakan kabel serat optik lapis baja atau tidak lapis baja sangat bergantung pada kebutuhan spesifik lingkungan pemasangan, termasuk tingkat perlindungan yang diperlukan terhadap potensi kerusakan fisik.

Mengapa Memilih Fiber Optic Dibandingkan Kabel Tembaga Tradisional?

Mengapa Memilih Fiber Optic Dibandingkan Kabel Tembaga Tradisional?

Manfaat Kabel Fiber Optik

Dibandingkan kabel tembaga tradisional, kabel serat optik memiliki banyak keunggulan. Salah satu yang utama adalah mereka memiliki bandwidth yang jauh lebih tinggi. Jadi, data dapat dikirim dengan kecepatan lebih tinggi dan jumlah lebih besar. Oleh karena itu, kabel ini cocok untuk koneksi internet berkecepatan tinggi dan mengirim data dalam jumlah besar.

Hal penting lainnya adalah kabel serat optik tidak bereaksi dengan interferensi elektromagnetik (EMI). Berbeda dengan kabel tembaga yang dipengaruhi oleh gangguan elektromagnetik. Dalam proses transmisi informasi melalui serat optik menggunakan cahaya yang tidak merespon EMI. Itu sebabnya pendekatan ini memiliki kualitas sinyal yang lebih baik dan kesalahan transmisi yang lebih sedikit.

Serat optik juga aman karena tidak dapat dengan mudah disadap tanpa terdeteksi sehingga meminimalkan kemungkinan pelanggaran data. Selain itu, kabel ini lebih tangguh dibandingkan jenis kabel lainnya sehingga ketahanannya terhadap air atau suhu ekstrem menjadikannya lebih andal dalam penggunaan jangka panjang dengan biaya perawatan yang lebih rendah.

Untuk menyimpulkan; bandwidth yang lebih luas mengurangi kehilangan sinyal, kekebalan terhadap EMI, peningkatan fitur keselamatan dan ketahanan yang lebih besar, antara lain adalah manfaat yang terkait dengan sistem komunikasi serat optik dibandingkan alternatif lain yang tersedia saat ini di pasar yang telah menyebabkan penerapannya secara luas secara global saat ini.

Sumber : https://ascentoptics.com/blog/id/fiber-optic-cable/?utm_source=

Konsep Dasar Splicing dalam Komunikasi Optik

  Konsep Dasar Splicing dalam Komunikasi Optik Gambar 428 Diagram Alur Splicing  dalam Komunikasi Optik Berikut penjelasan  Konsep Dasar Spl...