PRAKTIKUM SPLICING KELOMPOK 3
NAMA ANGGOTA : ARJUNA SATRIA PRADA MERKURO (5)
FADHIL AHMAD QOMARUDIN(13)
PRAKTIKUM SPLICING KELOMPOK 3
NAMA ANGGOTA : ARJUNA SATRIA PRADA MERKURO (5)
FADHIL AHMAD QOMARUDIN(13)
Berikut penjelasan Konsep Dasar Splicing dalam Komunikasi Optik yang disusun ringkas, sistematis, dan mudah dipahami (cocok untuk materi SMK / dasar jaringan):
Splicing adalah proses menyambungkan dua ujung kabel fiber optik secara permanen sehingga cahaya (sinyal optik) dapat diteruskan dengan redaman (loss) sekecil mungkin.
Berbeda dengan connector, splicing tidak bisa dilepas-pasang dan umumnya digunakan pada:
Tujuan utama splicing dalam komunikasi optik adalah:
- Menghubungkan kabel fiber optik
- Memperpanjang jalur transmisi
- Memperbaiki kabel fiber yang putus
- Menjaga kualitas sinyal optik
- Mengurangi redaman dan refleksi
Splicing bekerja dengan prinsip:
a. Menyelaraskan core (inti) fiber optik secara presisi
b. Menggabungkan kedua ujung fiber sehingga:
- Cahaya tetap merambat lurus
- Pantulan (reflection) minimal
- Kehilangan daya (loss) sangat kecil
Semakin presisi penyambungan core, semakin kecil nilai insertion loss.
A. Fusion Splicing (Splicing Peleburan)
Merupakan metode paling umum dan paling baik kualitasnya.
Ciri-ciri:
- Menggunakan Fusion Splicer
- Ujung fiber dilebur dengan arc listrik
- Loss sangat kecil (± 0,01–0,05 dB)
- Sambungan kuat dan tahan lama
Digunakan untuk:
- Backbone FO
- Jaringan ISP
- Jaringan jarak jauh
B. Mechanical Splicing (Splicing Mekanik)
Metode penyambungan tanpa peleburan.
Ciri-ciri:
- Menggunakan alat mekanik dan gel optik
- Lebih cepat dan murah
- Loss lebih besar (± 0,2–0,5 dB)
Digunakan untuk:
- Perbaikan darurat
- Instalasi sementara
- Latihan/praktikum
Beberapa komponen penting dalam proses splicing:
- Core : inti penghantar cahaya
- Cladding : pembungkus core
- Coating : pelindung fiber
- Fusion Splicer
- Fiber Cleaver
- Stripper Fiber
- Splice Protector (Sleeve)
A. Insertion Loss
Kehilangan daya akibat sambungan.
- Standar baik: ≤ 0,1 dB
- Semakin kecil, semakin baik
B. Return Loss
Pantulan cahaya ke arah sumber.
- Nilai besar (dB tinggi) menandakan pantulan kecil
a. Kebersihan ujung fiber
b. Ketepatan pemotongan (cleaving)
c. Keselarasan core
d. Jenis fiber (SM/MM)
e. Kualitas alat splicer
f. Keterampilan teknisi
Splicing sangat penting karena:
- Menentukan keandalan jaringan
- Mempengaruhi jarak transmisi
- Berpengaruh langsung pada kecepatan dan kualitas data
- Mengurangi gangguan dan error sinyal
- Jaringan FTTH (Fiber To The Home)
- Jaringan Metro Ethernet
- Backbone antar gedung/kota
- Sistem komunikasi data dan internet
I.Persiapkan alat dan bahan seperti gambar di bawah ini
II.Langkah langkah
1.Potong kabel fiber optic dengan Cable Cutter
2.Belah tengah kabel FO nya antara kabel 1 dan kabel 2
Kelompok 4 :
1. Arjuna Satria Prada M. (05)
2. Azzula Syakira (07)
3. Hany Nur Ristiawati (16)
4. Ismi Elvita Khairunnisa (19)
5. Jessica Cherlly Marcellina (20)
/ 27 pada blok ke IV
192.168.1.0 /27
11111111.11111111.11111111.11100000
255 . 255 . 255 . 224
1. Jumlah subnet = 2^3
= 8
2. Jumlah host = 2^5
= 32 - 2
= 30
3. Blok subnet = 256 - 224
= 32
Berarti total ada 8 subnet dimulai dari 0, 32, 64, 96, 128, 160, 192, 224
I 192.168.1.0 - 192.168.1.31
II 192.168.1.32 - 192.168.1.63
III 192.168.1.64 - 192.168.1.95
IV 192.168.1.96 - 192.168.1.127
Cara mengerjakan :
IV 192.168.1.96 - 192.168.1.127
192.168.1.96 : Subnet
192.168.1.97 : Host pertama
192.168.1.126 : Host terakhir
192.168.1.127 : Broadcast
SOLUSI
Untuk setiap subnet, cari blok terkecil yang mampu menampung jumlah host (usable) tersebut.
Subnet A: butuh 60 host → block terdekat: 2^6 = 64 alamat → usable = 62 → /26 (mask 255.255.255.192)
Subnet B: butuh 24 host → block terdekat: 2^5 = 32 alamat → usable = 30 → /27 (mask 255.255.255.224)
Subnet C: butuh 12 host → block terdekat: 2^4 = 16 alamat → usable = 14 → /28 (mask 255.255.255.240)
Subnet D: butuh 5 host → block terdekat: 2^3 = 8 alamat → usable = 6 → /29 (mask 255.255.255.248)
Catatan: alamat usable = (2^n - 2) karena 1 alamat network dan 1 broadcast tidak bisa dipakai.
4.Memahami prinsip kerja dan teknologi fiber optic.

Fiber Optik adalah jenis kabel yang terbuat dari bahan kaca atau plastik yang sangat tipis. Kabel ini digunakan sebagai media transmisi karena mampu mentransmisikan sinyal cahaya dari satu lokasi ke lokasi lainnya dengan kecepatan tinggi.
Dengan diameter hanya sekitar 120 mikrometer, serat optik sangat kecil dan halus, bahkan lebih kecil dari rambut manusia.
Kecepatan transmisi yang tinggi adalah keunggulan utama dari komponen jaringan ini, yang menggunakan prinsip pembiasan cahaya sebagai cara kerjanya. Sumber cahaya yang digunakan untuk mentransmisikan data adalah laser atau LED.
Fiber optik atau serat optik telah menjadi komponen yang sangat populer dalam industri telekomunikasi saat ini. Hal ini disebabkan oleh kecepatan akses yang tinggi, sehingga banyak digunakan sebagai saluran komunikasi.
Dalam era digital saat ini, teknologi ini menjadi semakin penting karena mampu mentransmisikan data dalam kecepatan tinggi dan dengan keandalan yang lebih tinggi daripada media transmisi lainnya.
Dalam dunia telekomunikasi, fiber optik digunakan untuk mentransmisikan data, suara, dan gambar dari satu titik ke titik lainnya.
Keunggulan utama dari serat optik adalah kemampuannya untuk mentransmisikan data dalam kecepatan tinggi dan dengan jarak jauh tanpa terganggu oleh interferensi elektromagnetik atau gangguan dari lingkungan sekitarnya.
Prinsip kerja fiber optik mengandalkan sifat khusus cahaya, yang memungkinkan transfer data dengan kecepatan yang sangat tinggi dan kemampuan untuk dibelokkan melalui refleksi internal total.
Sumber : https://www.empatpilar.com/prinsip-kerja-fiber-optik/
3.Memilih kabel fiber optic sesuai kebutuhan.
Pertama, kita harus memilih apakah harus menggunakan serat optik mode tunggal atau multi-mode sesuai dengan aplikasi dan spesifikasi jaringan.
Jaket kabel serat optik menambah kekuatan pada anggota serat yang tertutup di dalamnya. Ada berbagai jenis jaket kabel serat optik berdasarkan bahan konstruksinya. Berikut ini adalah beberapa yang populer.
Jaket serat optik tersedia dalam berbagai warna, dan ini membantu Anda memahami jenis kabel yang mungkin Anda gunakan. Anda juga dapat memeriksa nomenklatur yang dicetak untuk lebih jelasnya. Misalnya kabel mode tunggal untuk aplikasi non-militer dan militer berwarna kuning dan memiliki nomenklatur OS1, OS1a, OS2, SM/NZDS, dan SM. Kabel multimode 100/140 untuk aplikasi non-militer berwarna oranye dan hijau untuk aplikasi militer dan mungkin memiliki nomenklatur OS1, OS1a, OS2, SM, dan SM/NZDS.
Setelah kita menentukan jenis serat optik, kita perlu mengetahui berapa banyak serat yang dibutuhkan untuk pembangunan jaringan. Hal ini sangat bergantung pada skala FTTX dan ODN (jaringan distribusi optik) dan bagian mana dari kabel serat optik yang digunakan.
Aplikasi Jaringan LAN:
Jaringan Data Center:
Untuk Jaringan FTTx:
Jaringan CATV:
Jaringan Transportasi:
Konektor kabel fiber optik merupakan komponen penting yang menghubungkan kabel fiber optik dan memungkinkan transmisi data. Memilih konektor yang tepat sangat penting untuk memastikan koneksi yang andal dan bebas gangguan. Berikut beberapa tips untuk membantu untuk dapat memilih konektor kabel fiber optik :
PT Mitra Kabel Indonesia (MKI Group) didirikan pada tahun 2002 dan berlokasi di Surabaya, Jawa Timur. Perusahaan ini bergerak di bidang penyediaan layanan telekomunikasi, khususnya dalam hal:
Saat ini, PT. Mitra Kabel Indonesia melalui Falcom Technology memasarkan berbagai perlengkapan jaringan telekomunikasi, antara lain:
PRAKTIKUM SPLICING KELOMPOK 3 NAMA ANGGOTA : ARJUNA SATRIA PRADA MERKURO (5) FADHIL AHMAD QOMARUDIN(13)...